Indonesia dan Arab Saudi Teken MoU Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026M, Fokus pada Kesehatan dan Transparansi
Rabu, 12-11-2025 - 16:00:06 WIB
Riau12.com-JEDDAH – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Penandatanganan ini berlangsung di sela Konferensi dan Pameran Haji ke-5 yang diprakarsai Kemenhaj Arab Saudi di Jeddah, Selasa (11/11/2025), sekaligus menandai dimulainya rangkaian persiapan penyelenggaraan haji tahun depan.
Menteri Haji dan Umrah Indonesia Gus Irfan menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama strategis ini.
“Kami berdiskusi banyak tentang persiapan penyelenggaraan haji dan menekankan istitho’ah kesehatan bagi jemaah haji Indonesia, juga terkait mekanisme pembayaran dam. Pertemuan ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan yang menetapkan kuota haji Indonesia tahun depan sebanyak 221.000 jemaah, semuanya akan diberangkatkan melalui Jeddah dan Madinah,” ujar Gus Irfan.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji Indonesia mencerminkan kesuksesan pelaksanaan haji secara keseluruhan di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
“Begitu pun jika ada tantangan di lapangan, kedua pihak berkomitmen untuk saling mendukung demi keberhasilan haji Indonesia dan kesuksesan haji 2026,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Arab Saudi menegaskan pentingnya kelayakan kesehatan (istitho’ah) calon jemaah sebagai syarat mutlak keberangkatan. Menanggapi hal itu, Pemerintah Indonesia berkomitmen memperketat pemeriksaan kesehatan dan memastikan seluruh calon jemaah memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Selain itu, kedua negara sepakat agar pembayaran dam dilakukan secara resmi melalui lembaga Adahi dan platform digital Nusuk Masar untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Adapun dalam hal data, kedua pihak menekankan pentingnya validitas dan integrasi data jemaah, mencakup informasi kloter, penerbangan, hotel, dan transportasi agar operasional haji berjalan lancar dan efisien.
Sejumlah syarikah (perusahaan mitra haji) asal Arab Saudi juga diketahui telah membuka kantor perwakilan di Indonesia untuk memperkuat koordinasi teknis dan pelayanan jemaah sejak tahap persiapan.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal menuju pelaksanaan Haji 1447 H/2026 M yang lebih tertib, sehat, dan berkeadaban, sekaligus mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah.
Komentar Anda :